Selasa, 20 November 2012

Kegiatan Ekspor Di Indonesia

KEGIATAN EKSPOR IMPOR INDONESIA

Pengertian Ekspor dan Impor
Pengutamaan Ekspor bagi Indonesia sudah digalakkan sejak tahun 1983. Sejak saat itu,ekspor menjadi perhatian dalam memacu pertumbuhan ekonomi seiring dengan berubahnya strategi industrialisasi-dari penekanan pada industri substitusi impor ke industri promosi ekspor.
Ekspor adalah proses transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lain secara legal, umumnya dalam proses perdagangan. Proses ekspor pada umumnya adalah tindakan untuk mengeluarkan barang atau komoditas dari dalam negeri untuk memasukannya ke negara lain. Ekspor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim maupun penerima. Ekspor adalah bagian penting dari perdagangan internasional, lawannya adalah impor. Kegiatan ekspor (menjual barang ke luar negeri) dapat menghasilkan devisa bagi negara. Devisa adalah masuknya uang asing ke negara kita. Uang asing yang masuk ke negara kita tersebut dapat kita gunakan untuk membayar barang- barang dan jasa dari luar negeri (barang impor).

Impor adalah proses transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lain secara legal, umumnya dalam proses perdagangan. Proses impor umumnya adalah tindakan memasukan barang atau komoditas dari negara lain ke dalam negeri. Impor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim maupun penerima. Impor adalah bagian penting dari perdagangan internasional, lawannya adalah ekspor.

Kegiatan ekspor impor dilakukan antarnegara untuk mencukupi kebutuhan rakyat masing-masing negara. Indonesia mengimpor barang dari luar negeri karena kita tidak dapat menghasilkan barang tersebut ataupun jika kita dapat menghasilkan tetapi tidak dapat mencukupi kebutuhan dalam negeri.
Sedangkan kita mengekspor barang ke luar negeri karena negara lain membutuhkan barang dan jasa yang kita hasilkan untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri mereka.


 Keuntungan Ekspor
Keuntungan ekspor antara lain adalah :
1). Memperluas Pasar bagi Produk Indonesia 
Kegiatan ekspor merupakan salah satu cara untuk memasarkan produk Indonesia ke luar negeri. Contohnya batik Indonesia yang mulai dikenal di dunia, jika permintaan batik di luar negeri meningkat maka produsen batik di indonesia akan semakin luas pemasaranya. Dengan demikian, kegiatan produksi batik di Indonesia akan semakin berkembang.
2). Memperluas Lapangan Kerja 
Kegiatan ekspor akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. hal ini berhubungan dengan semakin luasnya pasar produk indonesia.kegiatan produksi di dalam negeri akan meningkat. Semakin banyak pula tenaga kerja yang dibutuhkan sehingga lapangan kerja semakin luas.

Produk Ekspor dari Negara Indonesia
Secara umum produk ekspor dan impor dapat dibedakan menjadi tiga yaitu
1). Barang migas (minyak dan gas)
2). Barang non migas yaitu barang-barang yang bukan minyak bumi dan gas seperti hasil perkebunan, pertanian, peternakan, kerajinan dan hasil pertambangan lain yang bukan minyak dan gas.
3). Jasa yaitu pengiriman tenaga kerja ke laur negeri.

Data ekspor Indonesia tahun 2011

Komoditas
Nilai
Persentase
Hasil Industri non migas
US$ 122 miliar
60%
Industri Migas
US$ 41 miliar
20,43%
Pertambangan non migas
US$ 34 miliar
17,02%
Pertanian
US$3,1 miliar
2,54%


Produk Ekspor Indonesia
Produk ekspor Indonesia meliputi hasil produk pertanian, hasil hutan, hasil perikanan, hasil pertambangan, hasil industri dan begitupun juga jasa.
a. Hasil Pertanian
Contoh karet, kopi kelapa sawit, cengkeh,teh,lada,kina,tembakau dan cokelat.
b. Hasil Hutan
Contoh kayu dan rotan. Ekspor  kayu atau rotan tidak boleh dalam bentuk kayu gelondongan atau bahan mentah, namun dalam bentuk barang setengah jadi maupun barang jadi, seperti mebel.
c. Hasil Perikanan
Hasil perikanan yang banyak di ekspor merupakan hasil dari laut. produk ekspor hasil perikanan, antara lain ikan tuna, cakalang, udang dan bandeng.
d. Hasil Pertambangan
Contoh barang tambang yang di ekspor timah, alumunium, batu bara tembaga dan emas.
e. Hasil Industri
Contoh semen, pupuk, tekstil, dan pakaian jadi.
f.  Jasa
Dalam bidang jasa, Indonesia mengirim tenaga kerja keluar negeri antara lain ke malaysia dan negara-negara timur tengah.

Daftar 10 Produk Utama Indonesia
1. Udang
Negara tujuan ekspor :
Japan, Hong Kong, China, Singapore, Malaysia, Australia, Taiwan, Thailand, South Korea, Vietnam, USA, Belgium, England, Spain, French, Canada, Dutch, Italy, German.Japan, Hongkong, Cina, Singapore, Malaysia, Australia, Taiwan, Thailand, Korea Selatan, Vietnam, USA, Belgia, Inggris, Spanyol, Prancis, Kanada, Belanda, Itali, Jerman
2. Kopi
Negara tujuan ekspor :
Brazil, Spain, Italy, Turk, Argentina, USA, England, India, China, Thailand, Japan, Vietnam, Pakistan, Malaysia, Hong Kong, Sri Lanka, Bangladesh, I gypt, Iran.

3. Minyak Kelapa Sawit
Negara tujuan ekspor :
India, China, Malaysia, Pakistan, Singapore, Banglades, Vietnam, Yordania, Tanzania, Afrika Selatan, Mesir, Iran, Mozambik, Jerman, Spanyol, Itali, Turki, Rusia, USA.

4. Kakao
Negara tujuan ekspor :
Malaysia, Singapore, Thailand, China, India, Japan, Philippine, Taiwan, Sri Lanka, USA, Brazil, Canada, German, Dutch, Russia, Swiss, Belgium, England, Moli.Malaysia, singapur

5. Karet dan Produk Karet
Negara tujuan ekspor :
Japan, Malaysia, Philippine, Australia, Thailand, Singapore, Hong Kong, Taiwan, Sri Lanka, South Korea, USA, England, German, Belgium, Italy, Dutch, Canada, PCA, Saudi Arabia, Egypt.

6. Produk Tekstil (TPT)
Negara tujuan ekspor :
USA, England, German, Panama, Italy, Canada, Mexico, Dutch, Spain, French, Japan, Australia, Singapore, Hong Kong, Sri Lanka, South Korea, PCA, Saudi Arabia, Ethiopia, Nigeria, Kenya, Tunisia, Sudan.

7. Alas Kaki
Negara tujuan ekspor :
USA, Belgium, England, French, Italy, German, Mexico, Spain, Canada, Chili, Panama, Turk, Japan, Malaysia, Thailand, South Korea, Australia, China, Hong Kong.

8. Elektronika
Negara tujuan ekspor :
Japan, Taiwan, South Korea, China, Malaysia, Hong Kong, Australia, Singapore, Thailand, Vietnam, German, Dutch, Italy, Belgium, Poland, USA, England, Denmark, French, Yunani.

9. Komponen Kendaraan Bermotor
Negara tujuan ekspor :
USA, French, England, German, China, Malaysia, Vietnam, Australia, Hong Kong, Japan, Singapore, Thailand, Sri Lanka, India, Pakistan, Philippine, USA, Canada, Belgium, Turk, PEA, South Africa, Iran, Saudi Arabia.

10. Furniture
Negara tujuan ekspor :
USA, French, England, Dutch, Belgium, Spain, German, Italy, Canada, Denmark, Sweden, Japan, Australia, Malaysia, Singapore, South Korean, Taiwan, China, PPCA, South Africa.

Ekspor Indonesia dari tahun ke tahun

Ekspor Indonesia setahun
Tahun
US$25,9 miliar
1990
US$36,50 miliar
1993
US$42,16 miliar
1994
US$47,75 miliar
1995
US$52,03 miliar
1996
US$56,16 miliar
1997
US$65,4 miliar
2000
US$58,7 miliar
2001
US$71,58 miliar
2004
US$85,56 miliar
2005
US$100.79 miliar
2006
US$114.10 miliar
2007
US$137,02 miliar
2008
US$116,5 miliar
2009
US$157,7 miliar
2010
US$203.62 miliar
2011


“Ekspor Lele”
Tak disangka-sangka ternyata warga Swiss menggandrungi ikan lele. “Harga lele segar di Swiss bisa mencapai Rp. 65 ribu perekor ”. Bila fluktuasi harga lele di dalam negeri berkisar  Rp 10 ribu sampai Rp. 15 ribu perkilogram, maka perbandingan ini sangat menarik untuk disimak. Bila para peternak bisa mengekspor lelenya ke Swiss , keuntungan mereka bisa berlipat-lipat dan peternak bisa merasakan kemakmuran.
untuk emenuhi speck ikan lele yang memenuhi kualifikasi ekspor ke Swis mungkin tidak gampang. “ Orang Swis suka makanan yang fresh, segar dan alami, bukan karbitan dan instant”. Selain itu ukurannya juga harus lebih besar, setidaknya dalam 1 kilogram hanya 3 sampai 4 ekor. Jadi masing-masing ekor harus berukuran jumbo. “Ini sebenarnya tidak terlalu rumit, tinggal kita mengubah pola dan manajemen budidayanya saja, jangan tergesa-gesa memanen”.
Negara-negara tujuan ekspor lele Ikan lele merupakan salah satu komoditas air tawar yang memiliki keunggulan dari sisi gizi, cita rasa dan harga. Komoditas ini bisa terjangkau oleh masyarakat pada lapisan bawah.

Untuk daerah Jakarta dan sekitarnya konsumsi lele tidak kurang dari 75 ton per bulan dengan nilai perputaran uang Rp 20 miliar per bulan.

Selain untuk memenuhi kebutuhan lokal, sekarang ini sudah mulai banyak para eksportir yang melirik komoditas ini untuk di ekspor ke berbagai negara terutama di wilayah Asia dan Eropa.

Berikut daftar negara-negara yang biasanya menjadi tujuan ekspor lele dari Indonesia :

1. Taiwan
Jenis olahan: surimi
Ukuran: semua ukuran


2. Hongkong
Jenih olahan: fillet
Ukuran: 300-700 gr/ ekor

3. Singapura
Jenis olahan: fillet
Ukuran: 300-700 gr/ ekor

4. Jepang
Jenis olahan: fillet dan surimi
Ukuran: 300-800 gr/ ekor

5. Belanda
Jenis olahan: fillet
Ukuran: 300-700 gr/ ekor

6. Perancis
Jenis olahan: fillet
Ukuran: 300-700 gr/ ekor

7. Italia
Jenis olahan: fillet
Ukuran: 300-700 gr/ ekor

8. Spanyol
Jenis olahan: fillet
Ukuran: 300-700 gr/ ekor

9. Amerika Serikat
Jenis olahan: fillet
Ukuran: 300-700

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar